Jumat, 24 Maret 2017

Hal-hal yang perlu dihindari dalam berkomunikasi dengan orang lain


Segala puji bagi Allah, al-Malik Al-Haqq, Al-Mubin, yang memberikan kita iman dan keyakinan. Ya Allah, limpahkan shalawat dan salam pada pemimpin kami Rasulullah Muhammad SAW, penutup para nabi dan rasul, dan begitu pula pada keluarganya, kepada para sahabat, dan yang mengikuti mereka dengan penuh ihsan hingga hari kiamat.

Manusia adalah mahluk sosial, yang kehidupannya tak lepas dari orang lain. Baik dalam bekerja, maupun dalam pergaulan sehari-hari. Komunikasi atau perbincangan adalah hal yang tak terhindar ketika berinteraksi dengan lingkungan.

Menjalin silaturahim, wajib hukumnya bagi sesama muslim, dan akan mendapatkan ganjaran pahala, terlebih bila substansi silaturahim adalah hal-hal yang mendorong kita untuk taat kepada Allah azza wa jalla. Sifat komunikasi, ada yang halal juga ada yang haram.

Terlebih bagi kita yang sudah berumah tangga, ada yang dulunya halal menjadi haram ketika kita sudah menikah, ada yang dulunya haram menjadi halal ketika kita menikah.

Seorang muslim yang baik, adalah seorang muslim yang berbuat berdasarkan ilmu, nah agar kita terhindar dari perbuatan yang tercela dalam agama, hendaklah kita pandai memilah pokok pembicaraan kita mana yang diridhai Allah mana yang tidak disukaiNya. Berikut beberapa pokok pembicaraan yang tidak disukai Allah azza wa jalla:
  1. Diharamkan bagi suami maupun istri menceritakan adegan ranjangnya dengan pasangannya kepada orang lain. Siapa pun dia, termasuk keluarga terdekatnya. “Sesungguhnya termasuk manusia paling jelek kedudukannya di sisi Allah pada hari kiamat adalah laki-laki yang menggauli istrinya kemudian dia sebarkan rahasia ranjangnya.” (HR. Ibn Abi Syaibah 17559, Ahmad 11673, dan Muslim 1437)
  2. Memberi perhatian kepada lawan jenisnya (individual), yang seharusnya perhatian tersebut hanya diperuntukkan untuk pasangan hidupnya (suami/istri). Seperti menanyakan: sudah makankah? Mau dibeliin makan nggak? Wah... bajunya kayaknya kurang pas dech! Dan banyak lagi bentuk komunikasi verbal yang bersifat komunikasi verbal emphati. Perhatian bisa dilakukan untuk hal-hal yang bersifat umum, misalnya turut berduka cita, turut senang dan lain-lain
  3. Membicarakan kejelekan pasangan. Rasulullah bersabda: dan aku melihat neraka maka tidak pernah aku melihat pemandangan seperti ini sama sekali, aku melihat kebanyakan penduduknya adalah kaum wanita. Shahabat pun bertanya, “Mengapa (demikian) wahai Rasulullah?” Beliau Shalallahu ‘alaihi wassalam menjawab, “Karena kekufuran mereka.” Kemudian ditanya lagi, “Apakah mereka kufur kepada Allah?” Beliau menjawab, “Mereka kufur terhadap suami-suami mereka, kufur terhadap kebaikan-kebaikannya. Kalaulah engkau berbuat baik kepada salah seorang di antara mereka selama waktu yang panjang kemudian dia melihat sesuatu pada dirimu (yang tidak dia sukai) niscaya dia akan berkata, ‘Aku tidak pernah melihat sedikitpun kebaikan pada dirimu.’ ” (HR. Bukhari dari Ibnu Abbas radliyallahu ‘anhuma)
  4. Substansi pembicaraan yang membuat pasangan menjadi malu.  “Siapa yang melepaskan dari seorang mukmin satu kesusahan yang sangat dari kesusahan dunia niscaya Allah akan melepaskan darinya satu kesusahan dari kesusahan di hari kiamat. Siapa yang memudahkan orang yang sedang kesulitan niscaya Allah akan memudahkannya di dunia dan nanti di akhirat. Siapa yang menutup aib seorang muslim niscaya Allah akan menutup aibnya di dunia dan kelak di akhirat. Dan Allah senantiasa menolong hamba-Nya selama hamba-Nya itu menolong saudaranya….” (HR. Muslim no. 2699)
Demikianlah sedikit dari hal-hal yang harus dihindarkan dalam pergaulan lawan jenis, khususnya bagi mereka yang sudah berumah tangga. Karena bagi yang berumah tangga efek dari perbuatan tersebut tidak hanya dirasakan oleh dirinya sendiri, tetapi juga berpengaruh bagi pasangan hidupnya, yang pada titik jenuh tertentu dapat membawa keretakan rumah tangga.

semoga bermanfaat bagi kita semua..Aminn


Wassalamualaikum wr. wb.


Source: Kajian rohis Smk Af, Nina SM.
 

Etika Pergaulan Wanita Dalam Islam





وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوبِهِنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا لِبُعُولَتِهِنَّ أَوْ آَبَائِهِنَّ أَوْ آَبَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ أَبْنَائِهِنَّ أَوْ أَبْنَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي أَخَوَاتِهِنَّ أَوْ نِسَائِهِنَّ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُنَّ أَوِ التَّابِعِينَ غَيْرِ أُولِي الْإِرْبَةِ مِنَ الرِّجَالِ أَوِ الطِّفْلِ الَّذِينَ لَمْ يَظْهَرُوا عَلَى عَوْرَاتِ النِّسَاءِ وَلَا يَضْرِبْنَ بِأَرْجُلِهِنَّ لِيُعْلَمَ مَا يُخْفِينَ مِنْ زِينَتِهِنَّ وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ (31)

Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”. Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. (Q.S An-Nur 30:31)


Jika kita tepat dalam menyimak dan mengamalkan ayat diatas tersebut, maka kita sebagai wanita seharusnya sudah paham apa-apa saja yang harus dilakukan dan dihindari dalam bersikap dan bergaul. Pertanyaannya adalah, apakah Anda sudah mengetahui Etika Pergaulan Wanita Dalam Islam terutama dengan lawan jenis?

Dalam ayat tersebut, telah nyata diutarakan bahwa bukan hanya bagian kepala saja yang harus dihijabkan tapi juga wanita wajib menghijabkan seluruh dirinya, dalam hal ini adalah menghijabkan sikap. Sasa Esa Agustiana, atau akrab disebut Teh Sasa yang juga merupakan seorang istri dari Ustad Aam Amirudin menjelaskan, bahwa ada 4 point utama etika pergaulan wanita dalam islam.

  1. Paham Batas-Batas Berkomunikasi
Contoh kasus: Ketika seorang wanita single mendengarkan seorang lawan jenis yang sudah berkeluarga curhat, maka kita cukup menjadi pendengar yang baik. Beri solusi positif yang mengarahkan lelaki tersebut untuk terus memperkuat keimanannya serta kecintaan pada Allah dan keluarganya. Tidak memberikan respon negatif, berbicara santun dan hindari kesempatan yang dapat menimbulkan fitnah.
  1. Jaga Pandangan dan Aurat
Tidak bersentuhan kulit dengan lawan jenis. Sebuah hadits pun menyatakan “Tidak pernah tangan Rasulullah menyentuh wanita yang tidak halal baginya” (H.R Bukhari dan Muslim). Hindari pandangan kedua dengan lawan jenis. Dalam hal ini ketika ketika berpapasan dengan lawan jenis yang wajahnya menarik, maka kita tidak boleh memandang terlalu lama karena akan menimbulkan jinah mata.
  1. Tidak Melakukan Ikhtilat
Yakni berbaur antara pria dengan wanita. “Rasulullah SAW pernah keluar dari mesjid, pada saat itu bercampur baur laki-laki dan wanita dijalan, maka beliau berkata “Mundurlah kalian (kaum wanita) bukan untuk kalian bagi tengah jalan, bagian kalian adalah pinggir jalan”. Maksudnya adalah wanita tidak boleh berjalan bersamaan dengan lawan jenis yang bukan mahramnya.
  1. Terapkan dalam diri bahwa Rahmat Allah lebih menggoda.
Kenikmatan duniawi memang menggoda, tapi percayalah ada hal lain yang lebih menggoda yaitu Rahmat dari Allah SWT. Jika kita dapat terus berada di jalan Allah, maka Dia pun akan memberikan nikmat yang lebih dari sekedar nikmat. Seorang wanita baik akan diberikan pasangan yang baik pula. Seorang hawa pasti ingin mendapatkan adam yang sholeh bukan? Maka pantaskan diri dan berusahalah untuk menjadi Wanita mulia dihadapan Allah, berdoa dan berikhtiarlah agar Allah memberikan apa yang Anda inginkan.
Yang terpenting adalah tetaplah berada dalam zona yang telah ditentukan Allah melalui Al-qur’an dan Al-hadits. Jika seorang wanita dapat menjaga dan menghormati dirinya sendiri dalam lingkungan pergaulannya, maka Insya Allah tidak akan terjerumus dalam pergaulan yang salah.

mungkin hanya itu yang dapat saya sampaikan,.

Wassalamualaikum wr. wb.

Source: Kajian rohis Smk Af, Nina SM.
 

Allah Mengangkat Derajat Orang-orang yang Beriman dan Berilmu

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا فِي الْمَجَالِسِ فَافْسَحُوا يَفْسَحِ اللَّهُ لَكُمْ ۖ وَإِذَا قِيلَ انْشُزُوا فَانْشُزُوا يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ ۚ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ
“Wahai orang-orang yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu, "Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis," maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan, "Berdirilah kamu," maka berdirilah, niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Mahateliti apa yang kamu kerjakan.” (al-Mujadilah [ ]: 11)
Ayat pertama ialah ya ayyuhaladzina amanu idza qiila lakum tafassahu fil majalis
Dalam kitab Shofatus Taffasir halaman 1478 karya ’Ali Ash-shobuni menurut Mujahid seorang mufassir dari kalangan tabi’in mengatakan bahwa ayat ini turun ketika para sahabat sedang duduk-duduk di majelis Rasulullah. Maka kemudian diperintahkan untuk duduk  tidak berdesak-desakkan, apabila datang seorang sahabat lagi maka dipersilahkan untuk duduk.
Imam Al-Khazim berkata, Allah sedang memerintahkan dengan ayat ini agar orang mukmin untuk bertawadhu’ dan saling mempersilahkan kepada orang yang baru datang untuk duduk bersama Rasul. Tujuannya yaitu agar orang-orang mendapat kesempatan yang sama untuk mendapatkan nasehat dan pelajaran dari Rasulullah.
Dalam hadis Nabi bersabda, Janganlah berdiri (laki-laki) salah satu diantara kalian di majelis Rasul, kemudian duduk kembali tetapi yang penting ialah saling memberi jalan dan saling mempersilahkan maka dengan begitu urusannya dipermudah oleh Allah.”
Imam Fakharuddin Ar-Razi berkata dalam tafsirnya yaitu tafsir Ar-Razi, ayat ini tidak berbicara tentang itu saja. Walaupun ayat tersebut turun dalam konteks majelis Nabi tetapi untuk dapat mempermudah urusan manusia didalam hal tempat, mencari rezeki, dan hati. Dan Ar-Razi mengatakan bahwa dalam ayat ini menjelaskan siapa pun memperluas atau memudahkan hamba hamba Allah untuk mendapatkan kebaikan maka Allah akan mempermudah urusannya baik di dunia dan di akhirat. Ada sebuah hadis dalam kitab tersebut, “Allah selalu menolong hambanya selagi ia masih menolong saudaranya.”
ayat yang kedua ialah fafsahu yafsahillahu lakum wa idza qilan syuzu fansyuzu..
Ibnu Abbas menyatakan ayat ini, yang pertama yaitu memerintahkan untuk memperlebar kesempatan bagi orang lain, kedua untuk berdiri atau jika orang lain datang.
Kegita yaitu yar fa’illahulladzina amanu minkum walladzi nautul’ilma darajat
Ayat ini memberitahukan bahwa yang dimuliakan Allah adalah orang berilmu dan beriman. Sebagaimana dalam hadis, “kelebihan orang berilmu dibanding hamba-hamba yang lain sebagaiman lebihnya bulan purnama dibanding bintang-bintang yang lain.” Didalam kitab tersebut, mengutip pendapat al-Qurthubi ayat ini menjelaskan sesungguhkan ketinggian atau keluhuran seorang hamba menurut Allah adalah dengan ilmu dan iman. Bukan karena lebih dulu datang ke majelis.
Penjelasan ayat ini bahwa Allah akan mengangkat derajat orang orang mukmin dengan menjalankan perintah Allah dan Rasul-Nya, dan orang-orang mukmin yang berilmu secara khusus akan diangkat lebih tinggi derajatnya beberapa derajat. Dan akan diberikan derajat yang mulia di surga. Ibnu Mas’ud berkata, “Allah memuji ulama di akhir ayat ini.” Kemudian ia berkata, “Wahai manusia, pahamilah ayat ini agar kamu mencintai ilmu karena Allah berkata, “seorang mukmin yang berilmu akan diangkat derajatnya diatas orang mukmin yang tidak berilmu.” 
Perempuan Menunut Ilmu
Dalam buku Nida Al-Qur`an dikalangan umat Islam ada dua golongan yang mempunyai pandangan perempuan yang menuntut ilmu. Golongan yang pertama ialah al-Mutasyaddidun menyatakan bahwa wanita hanya boleh di dalam rumah dan melarang perempuan pergi sekolah (menuntut ilmu), alasannya ialah fardlu syari’ah. Dasar kelompok ini ialah menafsirkan ayat waqarna fi buyutikunna secara keras bahwa perempuan hanya berdiam di rumah. Kelompok ini biasanya di Taliban, Afganistan. Kelompok yang kedua ialah yang memudah-mudahkan syari’at agama atas nama kebebasan bahwa permpuan bebas atas apapun diantaranya bebas menggugah aurat. “Sebaiknya kita sebagai muslim memilih yang mutawassit (yang tengah-tengah), selagi perempuan yang berpergian dengan tujuan yang baik, jika sudah mendapat izin dari orang tua atau suami, itu tidak menjadi persoalan,” Jelas Pak Mursyid. Didalam hadis mengatakan, “wajib bagi muslim menuntut ilmu,” dan “tidak termasuk golonganku orang yang tidak pandai dan tidak belajar.”
            Dan sebagian besar Nabi mempunyai sahabat dikalangan perempuan (sahabiah –ed), dan istri-istri Nabi pula banyak yang meriwayatkan hadis dari Beliau dimana perempuan mempunyai peran penting dalam meriwayatkan hadis. Sahabat-sahabat yang lain pula menggali ilmu dari sebagian sahabiah dan istri-istri Nabi, daiantaranya ialah Aisyah binti Abu Bakar yang mempunyai 299 murid, 28 perempuan dan 232 laki-laki;  Ummu Salamah binti Abi Umayyah memiliki 101 murid, 23 perempuan dan 78 laki-laki; Hafsah binti Umar mempunyai 20  murid, 3 perempuan dan 17 laki-laki; Asma’ binti Abu Bakar memiliki 21 murid, 2 perempuan dan 21 laki-laki; Hazimah al-Wathobiyah memiliki 22 murid, yang seluruhnya laki-laki; Asma binti Umay mempunyaai 13 murid, 2 perempuan dan 11 laki-laki; Milla binti Abi Sufyan memiliki 21 murid, 3 perempuan dan 18 laik-laki; Fathimah binti kay memiliki 11 murid, semuanya laki-laki. Inilah sebagian istri dan sahabaiah Nabi yang meriwayatkan hadis dan yang menyerap ilmu dari mereka  sebagian besar laki-laki.
            Diakhir wawancara Pak Mursyid berpesan, “berbahagialah mahasiswi-mahasiswi IIQ karena diberikan kesempatan oleh Allah untuk mempelajari dasar-dasar ilmu agama saperti ilmu-ilmu Al-Qur`an; Tahfizh yang baik, memperdalam ‘Ulum Al-Qur`an, Qira’at, dan ilmu Ushuluddin. Disamping itu pula rajinlah belajar, punya idola baik tokoh-tokoh yang dimasa Nabi maupun tokoh-tokoh dizaman sekarang yang dapat membangkitkan semangat kalian.” (Ayu Rostiana)
sekian yang dapat saya sampaikan,..
Wassalamualaikum wr. wb.


Source: Kajian rohis Smk Af, Nina SM. 

Alquran Berbicara Masalah Pergaulan dalam Islam

Assalamualaikum wr. wb.

hai sahabat ikhwan dan akhwat sekalian, kali ini saya akan mengepost kan tentanag pergaula dalam islam dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam kehidupan sehari-harinya manusia tidak bisa melakukan kegiatan sendiri. Bahkan hampir setiap tindakan dan kegiatan yang akan dilakukan oleh seorang manusia pasti melibatkan peran orang lain. Oleh karena itu, selain disebut sebagai makhluk individu manusia juga disebut sebagai makhluk sosial. Sebagai makhluk sosial, manusia tidak bisa hidup sendirian.

Seiring perannya sebagai makhluk sosial, manusia membutuhkan interaksi dalam berhubungan dengan manusia lainnya. Untuk itulah perlu adanya pergaulan, yaitu suatu cara seseorang untuk melakukan sosialisasi dengan lingkungannya. Pergaulan itu penting untuk mengangkat manusia dalam kaitan sebagai makhluk sosial.

Alquran telah mengajarkan banyaknya tata pergaulan dalam Islam. Namun, pandangan Alquran mengenai pergaulan dalam Islam ini tidak mendapat cukup banyak perhatian. Tidak adanya perhatian itu agaknya bukan karena perkara pandangan dasar tentang eksistensi, hakikat, dan makna tingkah laku manusia itu tidak penting. Tetapi lebih karena dalam dunia pemikiran Islam klasik masalah itu terbahas dalam berbagai tempat secara terpencar, misalnya ilmu tasawuf. Padahal, sejatinya Alquran telah jelas-jelas mengajarkan perihal pergaulan dalam Islam, misalnya yang tercantum dalam Q.S. al-Hujurat: 10-13.
Lalu bagaimana sebenarnya pergaulan dalam Islam itu? Simak tata pergaulan dalam Islam menurut Alquran.

1. Sesama Mukmin Itu Bersaudara


Sesama Mukmin itu Bersaudara
Setiap muslim itu bersaudara sehingga harus bersatu padu. 
(http://suyanasmart.com)

Pada prinsipnya sesama mukmin itu bersaudara maka dilarang berpecah-belah. Umat Muslim harus bersatu padu, hal yang sulit terjadi pada akhir-akhir ini karena perbedaan paham, ideologi, politik, bahkan hanya karena perbedaan cara pandang.

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

Orang-orang beriman itu Sesungguhnya bersaudara. sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat,(Q.S. al-Hujurat: 10).

2. Tidak Boleh Saling Menghina dan Merendahkan

Tata pergaulan dalam islam selanjutnya yaitu dilarang saling menghina dalam segala hal. Misalnya dalam ayat di bawah ini yaitu dilarangnya menghina dengan sebutan (kunyah) yang buruk. Ayat ini bisa dilebarkan tidak hanya pada konteks menghina dalam sebutan saja, tetapi lebih luas.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا يَسْخَرْ قَومٌ مِنْ قَوْمٍ عَسَى أَنْ يَكُونُوا خَيْرًا مِنْهُمْ وَلا نِسَاءٌ مِنْ نِسَاءٍ عَسَى أَنْ يَكُنَّ خَيْرًا مِنْهُنَّ وَلا تَلْمِزُوا أَنْفُسَكُمْ وَلا تَنَابَزُوا بِالألْقَابِ بِئْسَ الاسْمُ الْفُسُوقُ بَعْدَ الإيمَانِ وَمَنْ لَمْ يَتُبْ فَأُولَئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ

Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat maka mereka itulah orang-orang yang zalim,(Q.S. al-Hujurat: 11).

3. Tidak Boleh Saling Curiga, Mencari-Cari Kesalahan Orang Lain, dan Larangan Menggunjing

Hal-hal yang perlu dihindari pada pergaulan dalam islam yaitu larangan saling mencurigai, misalnya su’udzon terhadap sesama Muslim. kemudian yang lain mencari-cari keslahan orang lain, dan perintah larangan menggunjing. Perbuatan yang demikian diibaratkan memakan bangkai saudaranya sendiri. Sungguh perilaku yang menjijikkan.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ وَلا تَجَسَّسُوا وَلا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ

Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), Karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang,(Q.S. al-Hujurat: 12).

4. Perintah Saling Mengenal

Tata pergaulan dalam islam yang terakhir adalah tuntutan dari Allah yang memerintahkan untuk saling mengenal atau ta’aruf. Banyak yang mengartikan ta’aruf secara sempit misalnya hal yang diperlukan ketika akan mencari pasangan hidup. Padahal sejatinya ta’aruf di sini berarti luas. Ketika konsisten dengan konteks pergaulan dalam islam, ta’aruf berarti harus dapat mengenal sifat, karakter, agama, pola pikir, dan lain sebagainya. Sehingga dari hal itu semua dapat bersosialisasi dengan orang manapun secara baik.

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

Hai manusia, Sesungguhnya kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal,(Q.S. al-Hujurat: 13).
Begitulah secuil ajaran dasar tentang pergaulan dalam Islam di dalam Alquran, lengkap dengan petunjuk praktis pelaksanaanya. Apabila hal itu bisa tercapai maka tercapailah persaudaraan umat Islam. Lalu dapat dikembangkan menjadi persaudaraan kemanusiaan. Wallahualam bisawab.


Wassalamualaikum wr. wb.


Rabu, 22 Maret 2017

pengertian karakter

Assalamualaikum wr.wb
hai sahabat ikhwan dan akhwat,..kali ini saya akan memberikan sedikit info tentang karakter atau watak manusia.


 menurut kalian karakter itu apa sih,..??
langsung aja nih,.

A. pengertian karakter

Karakter atau watak adalah sifat batin yang memengaruhi segenap pikiran, perilaku, budi pekerti, dan tabiat yang dimiliki manusia atau makhluk hidup lainnya.

berikut beberapa poin-poin dalam karakter yang ada di diri manusia:
  • karakter membentuk image seseorang terhadap pribadinya
  • karakter mampu menampilkan energi positif dan negatif
  • karakter merupakan perilaku kebiasaan yang berulang-ulang
  • perilaku bisa bersumber dari karakter seseorang
  • karakter berkaitan erat dengan penilaian baik buruknya tingkah laku seseorang 
 
B. pentingnya karakter   

  mengapa dikatakan penting,..??
karena tanpa karakter baik, individu tidak bisa hidup bahagia dan tidak akan ada masyarakat yang dapat berfungsi secara efektif. tanpa karakter baik, seluruh umat manusia tidak dapat melakukan perkembangan menuju dunia yang menjunjung tinggi martabat dan nilai dari setiap pribadi 


C. hakikat pendidikan karakter

  pendidikan karakter adalah usaha menanamkan kebiasaan-kebiasaan yang baik (habituation) sehingga manusia mampu bersikap dan bertindak berdasarkan nilai-nilai yang telah menjadi kepribadiannya. dengan kata lain, pendidikan karakter yang baik harus melibatkan pengetahuan yang baik, paresaan yang baik, dan perilaku yang baik sehingga terbentuk perwujudan kesatuan perilaku dan sikap hidup peserta didik.

 Berikut ini beberapa karakter yang biasa ditemui dalam kehidupan:

  • Pemarah
  • Penyabar
  • Ceria
  • Pemaaf
  • Tidak percaya diri
  • Bijaksana
  • Pendiam
  • Pendendam
  • Pengkhianat
  • Penyayang
  • Penakut
  • Pembenci
  • Pemalas
  • Rajin
  • Sombong
  • Cuek
  • Penghina
  • Munafik
  • Jujur
  • Licik
  • Egois
  • Iri
  • Tamak
  • Setia
  • Buas
  • Jinak
  • Eksentrik
  • Hemat
  • Boros
  • Pelit


D. kesimpulan

jika kamu mau dunia menjadi lebih baik, harus ada karakter yang memungkinkan orang untuk berbuat baik, untuk bertahan, dan untuk mengatasi persoalan apapun.

E. Referensi
 : https://id.wikipedia.org/wiki/Karakter

nah,..itu sahabat ikhwan/akhwat sekalian,..

Wassalamu'alaikum wr. wb.


Source: Kajian rohis Smk Af, Nina SM.
 

Selasa, 21 Maret 2017

akhlak

Assalamualaikum wr. wb.
hai sahabat ikhwan dan akhwat sekalian,.
kali ini saya akan memposkan tentang aklak,..


apa itu akhla,..?

Akhlak secara terminologi berarti tingkah laku seseorang yang didorong oleh suatu keinginan secara sadar untuk melakukan suatu perbuatan yang baik.
Akhlak merupakan bentuk jamak dari kata khuluk, berasal dari bahasa Arab yang berarti perangai, tingkah laku, atau tabiat. cara membedakan akhlak, moral dan etika yaitu Dalam etika, untuk menentukan nilai perbuatan manusia baik atau buruk menggunakan tolok ukur akal pikiran atau rasio, sedangkan dalam moral dan susila menggunakan tolok ukur norma-norma yang tumbuh dan berkembang dan berlangsung dalam masyarakat (adat istiadat), dan dalam akhlaq menggunakan ukuran Al Qur’an dan Al Hadis untuk menentukan baik-buruknya.
Tiga pakar di bidang akhlak yaitu Ibnu Miskawaih, Al Gazali, dan Ahmad Amin menyatakan bahwa akhlak adalah perangai yang melekat pada diri seseorang yang dapat memunculkan perbuatan baik tanpa mempertimbangkan pikiran terlebih dahulu.

hanya itu yang dapat saya sampaikan..

Wassalamualaikum wr. wb.


Source: Kajian rohis Smk Af, Nina SM.


Copyright @ 2013 Prisma SMK Al-falah.