Assalamualaikum wr. wb.
hai sahabat ikhwan dan akhwat sekalian,.kali ini saya akan mengpos kan tentang "Hal-hal yang perlu dihindari dalam berkomunikasi dengan orang lain"
hai sahabat ikhwan dan akhwat sekalian,.kali ini saya akan mengpos kan tentang "Hal-hal yang perlu dihindari dalam berkomunikasi dengan orang lain"
Manusia adalah mahluk sosial, yang kehidupannya tak lepas dari orang lain. Baik dalam bekerja, maupun dalam pergaulan sehari-hari. Komunikasi atau perbincangan adalah hal yang tak terhindar ketika berinteraksi dengan lingkungan.
Menjalin silaturahim, wajib hukumnya bagi sesama muslim, dan akan mendapatkan ganjaran pahala, terlebih bila substansi silaturahim adalah hal-hal yang mendorong kita untuk taat kepada Allah azza wa jalla. Sifat komunikasi, ada yang halal juga ada yang haram.
Terlebih bagi kita yang sudah berumah tangga, ada yang dulunya halal menjadi haram ketika kita sudah menikah, ada yang dulunya haram menjadi halal ketika kita menikah.
Seorang muslim yang baik, adalah seorang muslim yang berbuat berdasarkan ilmu, nah agar kita terhindar dari perbuatan yang tercela dalam agama, hendaklah kita pandai memilah pokok pembicaraan kita mana yang diridhai Allah mana yang tidak disukaiNya. Berikut beberapa pokok pembicaraan yang tidak disukai Allah azza wa jalla:
- Diharamkan bagi suami maupun istri menceritakan adegan ranjangnya dengan pasangannya kepada orang lain. Siapa pun dia, termasuk keluarga terdekatnya. “Sesungguhnya termasuk manusia paling jelek kedudukannya di sisi Allah pada hari kiamat adalah laki-laki yang menggauli istrinya kemudian dia sebarkan rahasia ranjangnya.” (HR. Ibn Abi Syaibah 17559, Ahmad 11673, dan Muslim 1437)
- Memberi perhatian kepada lawan jenisnya (individual), yang seharusnya perhatian tersebut hanya diperuntukkan untuk pasangan hidupnya (suami/istri). Seperti menanyakan: sudah makankah? Mau dibeliin makan nggak? Wah... bajunya kayaknya kurang pas dech! Dan banyak lagi bentuk komunikasi verbal yang bersifat komunikasi verbal emphati. Perhatian bisa dilakukan untuk hal-hal yang bersifat umum, misalnya turut berduka cita, turut senang dan lain-lain
- Membicarakan kejelekan pasangan. Rasulullah bersabda: dan aku melihat neraka maka tidak pernah aku melihat pemandangan seperti ini sama sekali, aku melihat kebanyakan penduduknya adalah kaum wanita. Shahabat pun bertanya, “Mengapa (demikian) wahai Rasulullah?” Beliau Shalallahu ‘alaihi wassalam menjawab, “Karena kekufuran mereka.” Kemudian ditanya lagi, “Apakah mereka kufur kepada Allah?” Beliau menjawab, “Mereka kufur terhadap suami-suami mereka, kufur terhadap kebaikan-kebaikannya. Kalaulah engkau berbuat baik kepada salah seorang di antara mereka selama waktu yang panjang kemudian dia melihat sesuatu pada dirimu (yang tidak dia sukai) niscaya dia akan berkata, ‘Aku tidak pernah melihat sedikitpun kebaikan pada dirimu.’ ” (HR. Bukhari dari Ibnu Abbas radliyallahu ‘anhuma)
- Substansi pembicaraan yang membuat pasangan menjadi malu. “Siapa yang melepaskan dari seorang mukmin satu kesusahan yang sangat dari kesusahan dunia niscaya Allah akan melepaskan darinya satu kesusahan dari kesusahan di hari kiamat. Siapa yang memudahkan orang yang sedang kesulitan niscaya Allah akan memudahkannya di dunia dan nanti di akhirat. Siapa yang menutup aib seorang muslim niscaya Allah akan menutup aibnya di dunia dan kelak di akhirat. Dan Allah senantiasa menolong hamba-Nya selama hamba-Nya itu menolong saudaranya….” (HR. Muslim no. 2699)
semoga bermanfaat bagi kita semua..Aminn
Wassalamualaikum wr. wb.
Source: Kajian rohis Smk Af, Nina SM.









