وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ
وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ
مِنْهَا وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوبِهِنَّ وَلَا يُبْدِينَ
زِينَتَهُنَّ إِلَّا لِبُعُولَتِهِنَّ أَوْ آَبَائِهِنَّ أَوْ آَبَاءِ
بُعُولَتِهِنَّ أَوْ أَبْنَائِهِنَّ أَوْ أَبْنَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ
إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي أَخَوَاتِهِنَّ أَوْ
نِسَائِهِنَّ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُنَّ أَوِ التَّابِعِينَ غَيْرِ
أُولِي الْإِرْبَةِ مِنَ الرِّجَالِ أَوِ الطِّفْلِ الَّذِينَ لَمْ
يَظْهَرُوا عَلَى عَوْرَاتِ النِّسَاءِ وَلَا يَضْرِبْنَ بِأَرْجُلِهِنَّ
لِيُعْلَمَ مَا يُخْفِينَ مِنْ زِينَتِهِنَّ وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ
جَمِيعًا أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ (31)
Jika kita tepat dalam menyimak dan mengamalkan ayat diatas tersebut, maka kita sebagai wanita
seharusnya sudah paham apa-apa saja yang harus dilakukan dan dihindari
dalam bersikap dan bergaul. Pertanyaannya adalah, apakah Anda sudah
mengetahui Etika Pergaulan Wanita Dalam Islam terutama dengan lawan jenis?
Dalam
ayat tersebut, telah nyata diutarakan bahwa bukan hanya bagian kepala
saja yang harus dihijabkan tapi juga wanita wajib menghijabkan seluruh
dirinya, dalam hal ini adalah menghijabkan sikap. Sasa Esa Agustiana, atau akrab disebut Teh Sasa yang juga merupakan seorang istri dari Ustad Aam Amirudin menjelaskan, bahwa ada 4 point utama etika pergaulan wanita dalam islam.
-
Paham Batas-Batas Berkomunikasi
Contoh
kasus: Ketika seorang wanita single mendengarkan seorang lawan jenis
yang sudah berkeluarga curhat, maka kita cukup menjadi pendengar yang
baik. Beri solusi positif yang mengarahkan lelaki tersebut untuk terus
memperkuat keimanannya serta kecintaan pada Allah dan keluarganya. Tidak
memberikan respon negatif, berbicara santun dan hindari kesempatan yang
dapat menimbulkan fitnah.
-
Jaga Pandangan dan Aurat
Tidak
bersentuhan kulit dengan lawan jenis. Sebuah hadits pun menyatakan
“Tidak pernah tangan Rasulullah menyentuh wanita yang tidak halal
baginya” (H.R Bukhari dan Muslim). Hindari pandangan kedua dengan lawan
jenis. Dalam hal ini ketika ketika berpapasan dengan lawan jenis yang
wajahnya menarik, maka kita tidak boleh memandang terlalu lama karena
akan menimbulkan jinah mata.
-
Tidak Melakukan Ikhtilat
Yakni
berbaur antara pria dengan wanita. “Rasulullah SAW pernah keluar dari
mesjid, pada saat itu bercampur baur laki-laki dan wanita dijalan, maka
beliau berkata “Mundurlah kalian (kaum wanita) bukan untuk kalian bagi
tengah jalan, bagian kalian adalah pinggir jalan”. Maksudnya adalah
wanita tidak boleh berjalan bersamaan dengan lawan jenis yang bukan
mahramnya.
-
Terapkan dalam diri bahwa Rahmat Allah lebih menggoda.
Kenikmatan
duniawi memang menggoda, tapi percayalah ada hal lain yang lebih
menggoda yaitu Rahmat dari Allah SWT. Jika kita dapat terus berada di
jalan Allah, maka Dia pun akan memberikan nikmat yang lebih dari sekedar
nikmat. Seorang wanita baik akan diberikan pasangan yang baik pula.
Seorang hawa pasti ingin mendapatkan adam yang sholeh bukan? Maka
pantaskan diri dan berusahalah untuk menjadi Wanita mulia dihadapan
Allah, berdoa dan berikhtiarlah agar Allah memberikan apa yang Anda
inginkan.
Yang
terpenting adalah tetaplah berada dalam zona yang telah ditentukan
Allah melalui Al-qur’an dan Al-hadits. Jika seorang wanita dapat menjaga
dan menghormati dirinya sendiri dalam lingkungan pergaulannya, maka
Insya Allah tidak akan terjerumus dalam pergaulan yang salah.
mungkin hanya itu yang dapat saya sampaikan,.
Wassalamualaikum wr. wb.
Source: Kajian rohis Smk Af, Nina SM.



0 komentar:
Posting Komentar